Ternyata Bukan TikTok, Ini Raja Aplikasi Baru Buatan China

FILE - In this July 21, 2020 file photo, a man opens social media app 'TikTok' on his cell phone, in Islamabad, Pakistan. President Donald Trump said Saturday, Sept. 19, 2020 he’s given his “blessing” to a proposed deal between Oracle and Walmart for the U.S. operations of TikTok, the Chinese-owned app he’s targeted for national security and data privacy concerns. (AP Photo/Anjum Naveed, File)

Bicara soal aplikasi dari China, ada sebuah aplikasi yang kini tengah menikmati popularitasnya, tapi itu bukan TikTok.

Aplikasi itu tak lain adalah CapCut, saudara kandung TikTok yang sama-sama dinaungi raksasa teknologi China, ByteDance Ltd.

Berdasarkan data pelacak aplikasi, https://totojpslot.online/ CapCut menunjukan angka unduhan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir sejak bulan Maret dibandingkan TikTok.

CapCut sendiri merupakan aplikasi yang memungkinkan orang untuk mengedit video dengan mudah layaknya profesional. Aplikasi ini menyediakan berbagai template, filter, efek visual, dan musik. Video yang diedit di CapCut juga memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi viral di TikTok dan platform lain.

Diluncurkan pada tahun 2020, CapCut memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan, menurut data dari Diandian yang berbasis di Shanghai. Sementara itu, TikTok memiliki lebih dari satu miliar pengguna secara global.

Dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (26/4/2023), tidak seperti TikTok, CapCut seolah terhindar dari pengawasan peraturan atas praktik penanganan data pengguna di AS.

Padahal pemerintahan Biden telah mendorong para pendiri ByteDance untuk melepaskan kepemilikan mereka di TikTok dengan alasan mengatasi kekhawatiran atas ancamannya terhadap keamanan nasional AS.

CapCut mengatakan dalam kebijakan privasinya bahwa untuk menyediakan layanan, ia mengumpulkan konten seperti foto dan video yang diunggah pengguna, serta data pengguna termasuk lokasi, jenis kelamin, dan tanggal lahir mereka, yang umum untuk alat pengeditan video.

Mereka mengaku menyimpan data semacam itu di AS dan Singapura, seperti halnya TikTok.

CapCut melonjak ke puncak toko aplikasi sejak akhir tahun lalu. Ia hampir menduduki puncak mingguan aplikasi yang diunduh di AS, bersama TikTok, serta platform belanja Temu dan mode marketplace Shein.

Menurut laporan Sensor Tower, unduhan global CapCut melonjak 43% menjadi lebih dari 400 juta tahun lalu. Sekitar 7% dari unduhan globalnya sejak tahun lalu berasal dari AS.

“Ini sangat mudah digunakan. CapCut menghadirkan begitu banyak fitur bagus, dan gratis, “kata Edoardo Liotta, pengguna TikTok berusia 25 tahun yang berbasis di Singapura dengan lebih dari 80.000 pengikut yang mengunduh aplikasi tersebut akhir tahun lalu.

CapCut bukan penghasil pendapatan tinggi bagi ByteDance, namun perusahaan lebih ingin memonetisasi popularitas aplikasi, kata orang-orang yang akrab dengan perusahaan.

Akhir tahun lalu, CapCut mulai memberikan langganan premiun untuk layanan penyimpanan cloud agar lebih banyak lagi mendapatkan fitur dan efek.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*