Harga Emas Antam Gak Gerak 5 Hari, Saatnya Beli Nih

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Hingga hari ini, Rabu (24/5/23) harga emas Antam di butik emas LM Graha Dipta Pulogadung masih tidak bergerak.

Harga ini sudah bertahan sejak Sabtu (20/5/2023) atau lima hari terakhir.

Sementara, harga pembelian https://cicakrowoh.shop/ kembali atau buyback emas Antam ditetapkan sebesar Rp 950 ribu per gram, harga tersebut juga tidak berubah dari perdagangan sebelumnya.

Harga emas Antam yang diperjual-belikan beragam dari segi ukurannya. Agar lebih jelasnya, simak data harga emas hari ini.

Kinerja emas Antam tampaknya tidak terpengaruh oleh kondisi emas dunia, pasalnya pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (19/5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.976,56 per troy ons. Harganya melonjak 0,95%.

Harga emas Antam yang jalan ditempat terjadi saat emas dunia bergerak labil di tengah harap-harap cemas pelaku pasar menunggu risalah Federal Open Market Committee (FOMC).

Pada perdagangan Selasa (23//5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.977,45 per troy ons. Harganya naik 0,41%.Sedangkanpada perdagangan Senin (22/5/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.969,43 per troy ons. Harganya melemah 0,36%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas memang bergerak sangat labil. Sejak Senin pekan lalu (15/5/2023), harga emas tidak pernah ditutup menguat atau melemah secara beruntun.

Pergerakan harga emas saat ini labil karena tarik-menarik antara sentimen negatif dan positif. Emas mendapat keuntungan dari ketidakpastian krisis perbankan dan negosiasi kenaikan plafon utang AS.

Negosiasi tersebut belum menunjukkan kemajuan, meningkatkan risiko gagal bayar.

Terdapat perbedaan pendapat antara Demokrat dan Partai Republik mengenai penanganan defisit federal, dengan Demokrat berpendapat orang kaya dan bisnis harus membayar lebih banyak pajak, sementara Partai Republik menginginkan pemotongan pengeluaran.

Krisis plafon utang AS membuat emas semakin menarik sebagai aset aman, meskipun harga emas melemah akibat ketidakpastian mengenai kebijakan Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS.

Awalnya, pasar optimis terhadap pelonggaran kebijakan moneternya, namun pesimisme muncul setelah banyaknya komentar hawkish dari pejabat The Fed.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis diharapkan dapat memberikan sinyal mengenai kebijakan suku bunga The Fed, apakah akan menahan atau memangkasnya.

Saat ini, pasar memperkirakan 31,4% kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada bulan Juni mendatang, sementara 68,6% memperkirakan The Fed akan mulai menahan suku bunga.

Menurut analis Valeria Bednarik dari FXStreet, emas diperkirakan akan bergerak netral dalam jangka pendek. Pasar sedang menghadapi ketidakpastian mengenai kebijakan The Fed, dan risalah FOMC diharapkan memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai kebijakan moneter ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*