135 Pinjol Ilegal Ditutup, Ini Bocoran Isi Pengaduan Nasabah

Sejumlah barang bukti hadir di konferensi pers pengungkapan sindikat Pinjol Ilegal di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, (15/10/2021).. Bareskrim Polri membongkar sindikat pinjaman online (pinjol) di tujuh lokasi berbeda kawasan Jakarta. Ini sebagai tindak lanjut dari perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari tujuh wilayah tersebut Polisi sudah mengamankan sebanyak tujuh pelaku. Selain itu, beberapa barang bukti turut dihadirkan. Dalam pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti monitor, modem pool serta menangkap sejumlah tersangka pada delapan lokasi di wilayah Jakarta. Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberikan perhatian soal kemunculan pinjaman online atau pinjol yang merugikan masyarakat. Atas arahan Jokowi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya menindak tegas pinjol yang merugikan warga.Tak berselang lama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak tegas pinjol ilegal yang telah merugikan masyarakat. Perintah ini disampaikan Sigit untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Satuan Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat telah menerima pengaduan melalui email [email protected] sebanyak 1624, per 1 Januari sampai dengan 19 Februari. Rinciannya, ada sebanyak 61 pengaduan investasi ilegal dan 1.563 pengaduan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Atas pengaduan yang diterima, SWI memberikan respon baik berupa anjuran, tips, serta penindakan langsung terhadap entitas yang dilaporkan. Tercatat, sepanjang tahun 2023 SWI telah menghentikan 18 investasi ilegal dan 135 pinjol ilegal.

“Seluruh pengaduan yang masuk telah direspon oleh SWI, baik dalam bentuk anjuran melapor ke polisi apabila mendapatkan teror, pemberian tips dan pemblokiran aplikasi melalui Kemenkominfo,” ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mirza Adityaswara melalui paparannya, dikutip Senin (6/3/2023).

Adapun isi pengaduan atas pinjol ilegal terdiri dari permintaan blokir, ancaman penyebaran data pribadi, penagihan kepada seluruh kontak di HP peminjam, dan penagihan dengan teror/intimidasi. Di antaranya, entitas yang paling banyak diadukan adalah Uang Pintar dengan 17 aduan.

Disusul dengan Dana Dana dan Pinjam Domper dengan masing-asing mendapatkan 11 pengaduan. Kemudian ada Kredit Berlian yang memperoleh 10 pengaduan dan Rupiah Kilat sebanyak 9 pengaduan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*